Giri Student Corner-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) melaksanakan kegiatan rutinan Klinik Aswaja pada Minggu (26/05/2024) bertempat di Desa Sendangrejo Kecamatan Dander Bojonegoro.
Klinik Aswaja kali ini, Ustad Su’udin Aziz menceritakan sejarah terbentuknya program klinik Aswaja. Klinik Aswaja dibentuk pada tahun 2016 oleh anggota PK IPNU-IPPNU IAIN Sunan Giri dengan tujuan untuk mengadakan pengajian bersama setiap akhir pekan.
"Anggota PK IPNU-IPPNU IAIN Sunan Giri ingin mengadakan ngaji bersama setiap akhir pekan, maka dibentuklah Klinik Aswaja," kata Ustad Su’udin Aziz.
Ustad Su’udin Aziz adalah penggagas istilah "klinik" untuk menggambarkan pendekatan konsultatif yang interaktif. Beliau juga menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan kajian ini adalah untuk memberikan tempat bagi anggota untuk berkonsultasi mengenai berbagai masalah keagamaan.
"Kami menggunakan istilah 'klinik' sebagai tempat untuk berkonsultasi," jelasnya.
Pada tahun 2022, Ustad Su’udin Aziz menawarkan beberapa kitab yang akan dipelajari dalam kajian Klinik Aswaja. Setelah melalui proses diskusi, mayoritas anggota memilih untuk mempelajari fiqh.
Ustad Su’udin Aziz menjelaskan bahwa pilihan ini didasarkan pada kebutuhan untuk memahami hukum-hukum agama yang sering menjadi perdebatan di media sosial.
"Banyak permasalahan soal fiqh yang viral di media sosial, dan fiqh merupakan pondasi agama yang utama," ungkapnya.
Dalam kegiatan Klinik Aswaja, disepakati bahwa pembelajaran akan menggunakan kitab sebagai panduan utama, namun tetap menyediakan waktu untuk diskusi dan konsultasi di akhir sesi. Ustad Su’udin Aziz menekankan pentingnya melestarikan tradisi belajar dari teks-teks klasik yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu.
"Kami menggunakan kitab agar tetap melestarikan budaya para pendahulu untuk ngaji," jelas Ustad Su’udin Aziz.
Kitab yang dipelajari dalam kajian ini adalah "Al-Tahdzib fii Matni Ghoyyah wa Taqrib," yang sudah ditahqiq dan disertai dengan referensi Al-Qur'an dan Hadis. Ustad Su’udin Aziz menjelaskan alasan pemilihan kitab tersebut sebagai bahan kajian utama.
"Kenapa Taqrib yang dipelajari? Karena kita ingin mempelajari fiqh Aswaja yang menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Ustad Su’udin Aziz sebelum menutup klinik.
Dengan adanya Klinik Aswaja, anggota PK IPNU-IPPNU UNUGIRI diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka tentang fiqh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah melalui pembelajaran kitab klasik.
Teks : Luluk Mustika Wati
Editor : Tim Media dan Penerbitan PK UNUGIRI

Komentar
Posting Komentar