NU FEST, DALAM RANGKA PELANTIKAN BERSAMA TAHUN 2025 PCNU, PC GP ANSOR, PC FATAYAT NU, DAN PC IPNU-IPPNU KABUPATEN BOJONEGORO
Gambar oleh: kader PK IPNU IPPNU
Giri Student Corner – Pelantikan Bersama Tahun 2025 PCNU, PC GP Ansor, PC Fatayat NU, dan PC IPNU–IPPNU Kabupaten Bojonegoro masa khidmat 2025–2027 merupakan bagian dari rangkaian Nahdlatul Ulama Festival (NU Fest) pada Minggu, 04/08/2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kaderisasi serta komitmen pelajar NU di daerah. Selain itu, acara ini menjadi langkah awal konsolidasi jama’ah untuk mewujudkan kemandirian jam’iyah.
Acara dimulai pukul 09.22 WIB, dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, serta tokoh nasional seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Prof. Dr. Pratikno dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang menambah nilai strategis terselenggaranya kegiatan ini.
Kegiatan NU Fest 2025 diawali Khotmil Qur’an bil Ghaib, Jalan Sehat Bersarung, Festival Musik Religi bersama Veve Zulfikar, Seminar Pendidikan, dan ditutup dengan Expo Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Bapak Setyo Wahono, menyampaikan bahwa kaderisasi NU di Bojonegoro terus berjalan baik melalui sinergi konstruktif dengan pemerintah kabupaten. NU, bersama banom-banomnya, berkomitmen di berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan, guna mencetak kader yang unggul dan berintegritas.
"Selamat kepada seluruh pengurus NU beserta banom-banomnya yang hari ini dilantik. Semoga sinergitas dan kebersamaan dengan pemerintah selalu berjalan harmonis untuk meningkatkan dunia pendidikan dan memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi. Dalam proses tersebut, NU menjadikan kebinekaan sebagai kekuatan dan aset berharga untuk memperkuat soliditas, toleransi, serta kontribusi nyata dalam membangun Bojonegoro yang lebih baik dan inklusif. Mari bersama-sama membangun Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan," terangnya.
Wakil Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag., juga memberikan pesan mendalam kepada pengurus baru
"Tanggung jawab menjadi pengurus tidak hanya berhenti di dunia, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Amanah ini harus dijalankan dengan serius, penuh dedikasi, dan komitmen, bukan dengan sikap seenaknya," pesanya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa mengelola organisasi bukan sekadar mengisi jabatan, melainkan bentuk pengabdian yang memerlukan keikhlasan dan kerja keras. Hal ini sejalan dengan tujuan besar NU untuk melahirkan generasi berintegritas, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Semoga seluruh pengurus yang dilantik dapat menjaga amanah dan istiqomah dalam berkhidmah. Berkhidmah bukan hanya tentang jabatan yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK), tetapi bukti nyata sebagai kader militan yang visioner dan solutif dalam menjawab setiap tantangan. Ini bukan lagi tentang siapa yang memiliki jabatan tertinggi atau siapa yang datang terlebih dahulu, melainkan tentang komitmen bersama untuk menuntaskan amanah yang telah dipercayakan.
Penulis: M. Shohibul Hikam, Imroatul Rohmah, Amalia Nur Fajarni, Fitriana Yulianita

Komentar
Posting Komentar