Giri Student Corner – Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar Rapat Anggota (RA) dan Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-X di Gedung D UNUGIRI, Minggu 13/07/2025.
Kegiatan ini Mengusung tema Meneguhkan Regenerasi, Menguatkan Kaderisasi, Menuju Organisasi Progresif dan dihadiri Pembina PK IPNU-IPPNU UNUGIRI, KH Auliyaur Rokhim, S.Hum., M.M., M. Iqbal Tawakal, M.Pd., jajaran PC IPNU-IPPNU Bojonegoro, Korcam Sosrodilogo, Korda Pantura, serta seluruh anggota PK IPNU-IPPNU UNUGIRI. Acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Acara kali ini diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penampilan hadrah dan Mahalul Qiyam oleh UKM Banjari UNUGIRI. Sambutan disampaikan Rekan Aris Ketua PK IPNU UNUGIRI, kemudian dilanjut Rekan Ahmad Nur Faidzin perwakilan PC Bojonegoro sekaligus membuka acara secara resmi.
"Dengan mengucap Bismillah, pada pukul 10.05 WIB, RA & RAK X PK IPNU-IPPNU UNUGIRI masa khidmat 2024-2025 resmi dibuka," ucapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan Sidang Tata Tertib yang dipimpin M. Nur Ali. Usai pengesahan tatib, sidang berlanjut ke Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) PK IPNU-IPPNU UNUGIRI.
Sidang berlangsung tertib dengan peserta yang terlihat antusias. Salah satu peserta, Rekan Hikam, menyoroti program dakwah.
"Dalam Departemen Dakwah dan Pengabdian Masyarakat, programnya ada ngaji kitab KH Hasyim (Ta'lim Muta'allim). Kapan pelaksanaannya?" tanyanya.
Sidang LPJ berjalan dinamis. Peserta aktif mengkritisi laporan, termasuk Rekan Umam yang menekankan transparansi keuangan.
"Semuanya harus diusut tuntas seperti halnya Yaumul Hisab," tegasnya, mengundang tawa peserta.
RA & RAK X menjadi forum evaluasi kinerja pengurus. Laporan setiap program kerja, termasuk kendala yang dihadapi, dipaparkan secara terbuka. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setahun sekali, sebagai bentuk akuntabilitas pengurus.
Rangkaian acara kemudian berlanjut ke sidang komisi, membahas program kerja serta tata tertib yang akan dijalankan kepengurusan berikutnya.
Diharapkan, forum ini menjadi ajang pembelajaran dan refleksi agar kepengurusan selanjutnya mampu membawa organisasi ke arah lebih baik, sekaligus menghindari kesalahan yang sama.
Penulis: Moh. Suprawiro, Adi Cahyono, Dewi Nursholihah

Komentar
Posting Komentar